Dahsyatnya Dzikrullah: Pahala Kalimat Thayyibah yang Melebihi Besarnya Gunung Uhud

SENTINEL JUSTICIA, Wonosobo – Di tengah pusaran rutinitas harian yang padat, kesibukan pekerjaan, serta kejaran waktu yang tak pernah berhenti, tidak jarang manusia terjebak dalam kelalaian. Jam demi jam berlalu begitu cepat, sementara kesempatan untuk mengumpulkan bekal akhirat sering kali terlewat begitu saja karena anggapan bahwa beramal besar membutuhkan waktu khusus dan tenaga yang melimpah.

Padahal, Islam memberikan kemudahan yang begitu indah. Di sela-sela kesibukan dan waktu yang terbatas, setiap umat Islam sebenarnya memiliki kesempatan emas untuk meraup pahala ganjaran yang sangat melimpah hanya dengan membasahi lisan melalui zikir.

Keutamaan amalan lisan yang sangat dahsyat ini sebagaimana termaktub dalam sebuah hadis Nabi SAW:

Dari Imran bin Husain r.a., katanya, “Rasulullah s.a.w. bersabda, ‘Tidak adakah di antara kalian yang dapat beramal sebesar gunung Uhud setiap hari?’ Jawab sahabat, ‘Ya Rasulullah, siapakah yang mampu mengerjakannya?’ Beliau bersabda, ‘Setiap orang mampu mengamalkannya.’ Para sahabat bertanya, ‘Bagaimanakah cara mengamalkannya?’ Rasulullah s.a.w. bersabda, ‘Pahala subhanallah lebih besar daripada gunung Uhud, pahala laa ilaha illallah lebih besar daripada gunung Uhud, dan pahala Allahu akbar lebih besar daripada gunung Uhud.'”

Menjelaskan lebih lanjut keagungan dan keutamaan zikir tersebut, dalam kitab penjelasan (faidah) diterangkan:

Membaca kalimat tersebut lebih besar pahalanya daripada gunung Uhud sedangkan kita telah tahu betapa besar sebuah gunung. Dalam sebuah haditts disebutkan bahwa setiap bacaan subhanallah dan alhamdulillah, pahalanya akan memenuhi seluruh langit dan bumi. Dalam haditts lainnya disebutkan bahwa bacaan subhanallah memenuhi separuh timbangan, bacaan alhamdulillah menyempurnakan timbangan, dan bacaan Allahu akbar memenuhi seluruh langit dan bumi. Dalam sebuah haditts lainnya Rasulullah s.a.w. bersabda bahwa bacaan subhanallah walhamdulillah, laa ilaha illallah wallahu akbar lebih disukai Allah daripada semua yang disinari matahari. Mulla Ali Qari rah.a. berkata bahwa pengertian haditts tersebut ialah bahwa kalimat ini lebih disukai Allah daripada bershadaqah sebesar dunia beserta isinya semata-mata karena Allah.

Diriwayatkan bahwa pada suatu ketika, dalam perjalanannya, Nabi Sulaiman a.s. mengendarai angin sedangkan burung-burung menaunginya. Jin dan manusia sebagai tentaranya berbaris menyertainya. Seorang abid memuji kerajaan dan kekuatan Nabi Sulaiman a.s.. Maka, Rasulullah s.a.w. bersabda bahwa ucapan tasbih seorang mukmin lebih baik daripada kerajaan Sulaiman bin Dawud a.s.. Kerajaan tersebut akan binasa sedangkan tasbih akan kekal selama-lamanya.

Pada akhirnya, renungan hikmah ini menegaskan bahwa kesibukan kerja bukanlah penghalang untuk mengumpulkan pahala sebesar gunung Uhud. Menyisihkan sedikit waktu di sela-sela kejaran rutinitas dan kesibukan harian untuk membasahi lisan dengan zikir adalah jalan terbaik agar waktu yang kita miliki tidak terbuang sia-sia dalam kelalaian.

Penulis: Tim Redaksi Sentinel Justicia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *