Langkah Besar Prof. Dwiyati: Bawa Riset Kunir Putih UMBY Tembus Panggung Internasional

SENTINEL JUSTICIA, Yogyakarta – Perjalanan panjang riset akademis yang berdampak nyata bagi masyarakat selalu menarik untuk dicermati. Konsistensi pengembangan kunir putih jenis mangga (Curcuma mangga Val.) yang dipelopori oleh Prof. Dr. Ir. Hj. Dwiyati Pujimulyani, M.P. membuktikan bagaimana riset dari laboratorium kampus mampu menembus panggung internasional dan terus memberi manfaat bagi kesehatan masyarakat.

Prof. Dwiyati, Guru Besar sekaligus Dosen Teknologi Hasil Pangan Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY), secara tekun meneliti potensi rimpang alami ini. Rekam jejak dan kredibilitas ilmiahnya membawa beliau diundang sebagai pembicara dalam forum internasional bergengsi yang diselenggarakan oleh SEAMEO BIOTROP di Bogor—sebuah lembaga regional yang berfokus pada pengembangan bahan alami dan herbal.

Dalam forum prestisius tersebut, Prof. Dwiyati bersanding dengan jajaran raksasa industri herbal nasional seperti Mustika Ratu, Martha Tilaar, Sido Muncul, hingga Jamu Jago.

“SEAMEO BIOTROP sangat tertarik dengan produk dan riset kunir putih yang kami kembangkan. Saya sangat bahagia bisa berbagi panggung dan bertukar pikiran dengan industri-industri herbal besar,” kenang Prof. Dwiyati. Pemaparannya mengenai potensi kunir putih jenis mangga dalam meningkatkan daya tahan tubuh serta membantu pencegahan penyakit kronis berhasil memikat perhatian para peneliti dan peserta dari dalam maupun luar negeri.

Libatkan Mahasiswa dan Tembus Pasar Nasional

Keberhasilan riset ini tidak lepas dari dedikasi Prof. Dwiyati yang konsisten melibatkan mahasiswa UMBY dalam setiap tahapan penelitian di Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian (PHP). Pendekatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman praktis bagi mahasiswa agar siap menghadapi dunia kerja dan industri herbal.

Hingga kini, produk olahan kunir putih berbasis riset ilmiah tersebut—seperti kapsul Curcuval DP dan minuman rempah instan Esem—telah diproduksi secara higienis melalui pengawasan ketat, serta didistribusikan ke berbagai daerah hingga luar Pulau Jawa untuk membantu kesehatan masyarakat secara luas.

Fokus Hasil Riset Akademis Kunir Putih (Curcuma mangga Val.)

Berdasarkan serangkaian penelitian ilmiah yang dilakukan Prof. Dwiyati di laboratorium pengolahan pangan UMBY, kunir putih jenis mangga memiliki berbagai potensi pangan fungsional unggulan bagi tubuh:

  1. Meningkatkan Imunitas & Daya Tahan Tubuh: Proses pengolahan dan ekstraksi yang tepat terbukti mampu menjaga kandungan senyawa aktif yang berfungsi meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
  2. Kaya Antioksidan Penangkal Radikal Bebas: Penelitian mengenai pengolahan (blanching) membuktikan keutuhan senyawa fenolik dan antioksidan tinggi pada kunir putih untuk melindungi sel-sel tubuh.
  3. Membantu Pencegahan Kanker & Peradangan: Hasil riset laboratorium menunjukkan kandungan aktif dalam rimpang kunir putih jenis mangga berpotensi membantu mencegah pertumbuhan sel abnormal (kanker) serta meredakan peradangan.
  4. Membantu Pengelolaan Lemak Darah: Riset akademis juga mencatat efektivitas senyawa alami kunir putih dalam membantu mengatasi gangguan kesehatan yang berhubungan dengan akumulasi lemak.

Terus Mengembangkan Inovasi Pangan Fungsional

Tidak berhenti di sini, Prof. Dwiyati bersama tim akademis UMBY terus melanjutkan penelitian terkait preparasi pengeringan untuk mengoptimalkan kadar polifenol. Langkah ini disiapkan untuk mendukung pengujian klinis lebih mendalam mengenai efektivitas kunir putih jenis mangga dalam mengoptimalkan sistem kekebalan tubuh masyarakat secara berkelanjutan.

Inovasi ini menjadi bukti nyata bahwa integrasi antara ilmu pengetahuan akademis, pengabdian masyarakat, dan potensi alam Nusantara mampu melahirkan produk pangan fungsional yang berdaya saing global sekaligus merakyat.

Penulis: Tim Redaksi Sentinel Justicia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *