SENTINEL JUSTICIA, Wonosobo – Di tengah kehidupan bermasyarakat hari ini, maraknya berbagai bentuk kemungkaran dan pelanggaran moral sering kali dianggap sebagai hal yang biasa. Tidak sedikit orang yang merasa cukup dengan keshalehan pribadinya sendiri, seraya acuh tak acuh terhadap kerusakan yang terjadi di sekitarnya. Padahal, Islam mengajarkan bahwa keselamatan suatu bangsa dan umat sangat bergantung pada kepedulian untuk saling mengingatkan dalam kebaikan.
Mengenai pentingnya menunaikan hak-hak kalimat tauhid serta ancaman akibat pembiaran maksiat, Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah riwayat:
“Dari Anas r.a. Sesungguhnya Rasulullah s.a.w. bersabda, ‘Selama seseorang itu mengucapkan Laa ilaaha illallaah dia akan mendapat manfaat dan terhindar dari bencana, kecuali jika mengabaikan hak-haknya.’ Para sahabat bertanya, ‘Ya Rasulullah! Bagaimana hak-haknya diabaikan?’ jawab Rasulullah, ‘Jika maksiat telah dilakukan secara terang-terangan dan dia tidak mencegah dan mengubah kemaksiatan itu.'”
Memberikan penjelasan mendalam atas riwayat di atas, kitab tersebut menegaskan refleksi penting bagi kita semua:
Sekarang katakanlah dengan jujur, apakah maksiat kepada Allah s.w.t. akan hilang dengan sendirinya? Atau ada batas akhirnya? Kita dapat melihat sendiri, betapa kemaksiatan sering dilakukan dengan bebasnya, tetapi apakah ada orang yang mau mencegahnya dengan sungguh-sungguh? Benar-benar tidak ada. Dalam suasana yang berbahaya ini, adanya umat Islam yang menunaikan hak-hak kalimat Laa ilaaha illallah di dunia, adalah suatu rahmat yang hakiki dari Allah s.w.t. kalau kita tidak menunaikan hak-haknya, bukanlah kita menjadi penyebab kehancuran kita sendiri? Aisyah r.ha. bertanya kepada Rasulullah s.a.w., “Jika Allah s.w.t. menurunkan adzab ke dunia ini, apakah adzab itu akan menimpa orang-orang yang shalih juga, seperti orang yang bersalah di timpa adzab?” Rasulullah s.a.w. menjawab, “Ya! Adzab akan menimpa semua orang di dunia ini, tetapi pada hari kiamat orang yang shalih akan dipisahkan dari orang yang bersalah.” Wahai saudara-saudaraku yang merasa puas dengan keshalehannya di dunia ini, tanpa ada kerisauan dan kesedihan untuk orang lain, jika Allah s.w.t. menurunkan adzab karena suatu kemunkaran dan kita tidak berusaha mencegahnya, maka adzab ini akan menimpa kita juga.
Refleksi Redaksi: Renungan mendalam ini menjadi pengingat tegas bagi kita semua agar tidak menutup mata terhadap berbagai bentuk penyelewengan di sekitar kita. Keshalehan sejati tidak hanya berhenti pada ibadah pribadi, melainkan juga keberanian dan kepedulian untuk menjaga kebenaran serta mencegah amar maksiat demi keselamatan bersama.
Penulis: Tim Redaksi Sentinel Justicia