SENTINELJUSTICIA.COM – WONOSOBO. Dalam kehidupan duniawi, manusia sering kali bisa berdalih, menyangkal, atau merekayasa alibi atas setiap tindakan dan perbuatannya. Namun, di hadapan Keadilan Hakiki pada hari kiamat kelak, seluruh kesaksian palsu dan lidah yang bersilat kata tak lagi memiliki kekuatan.
Sebuah pesan mendalam dari riwayat shahabiah Muhajirin, Yasiirah r.ha., mengingatkan umat manusia tentang pentingnya menjaga setiap perbuatan. Rasulullah SAW bersabda untuk senantiasa menjaga zikir dan menghitungnya dengan jemari tangan:
“Hitunglah dengan jarimu, sesungguhnya pada hari kiamat nanti, jari tersebut akan ditanya apa yang telah dikerjakan olehnya. Maka, sebagai saksi, ia akan memberikan jawabannya. Janganlah kalian melalaikannya sehingga kalian meloloskan diri dari rahmat Allah.” (HR. Tirmidzi & Abu Dawud)
Paha Menjadi Saksi Pertama Perbuatan Manusia
Pengingat ini selaras dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surat An-Nur ayat 24 yang menegaskan bahwa lidah, tangan, dan kaki akan bersaksi. Bahkan secara khusus dalam riwayat hadis disebutkan, paha adalah anggota tubuh yang paling pertama buka suara dan memberi kesaksian atas perbuatan buruk yang telah dilakukan manusia.
Di akhirat kelak, ketika seseorang berusaha menyangkal perbuatannya dan menuduh saksi dari kalangan tetangga maupun keluarga telah berbohong, anggota tubuhnya sendiri—dimulai dari paha—yang justru akan berbicara menyampaikan kebenaran secara jujur dan telanjang.
Refleksi Keadilan Bagi Kehidupan Modern
Pesan hikmah ini menjadi bahan otokritik dan renungan mendalam bagi siapapun yang mengemban amanah di muka bumi. Bahwa kedaulatan dan kebenaran sejati tidak ditentukan oleh seberapa canggih argumen yang dibangun di dunia, melainkan oleh kejujuran nurani dan jejak rekam perbuatan yang kelak dipertanggungjawabkan di hadapan Sang Pencipta.
(Redaksi Sentinel Justicia / Wonosobo)