
WONOSOBO, Sentinel Justicia – Triana Widodo secara resmi terpilih kembali untuk menakhodai DPD II Partai Golkar Kabupaten Wonosobo masa bakti 2025-2030. Keputusan ini ditetapkan secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI yang berlangsung meriah di Gedung Golkar, Minggu (10/5).
Kemenangan sosok yang akrab disapa Mas Wiwid ini sudah terlihat sejak awal prosesi. Ia mengantongi dukungan bulat dari 15 Pimpinan Kecamatan (PK) Partai Golkar se-Wonosobo serta seluruh organisasi sayap partai. Soliditas ini mengukuhkan posisi Mas Wiwid sebagai figur sentral dalam memperkuat akar rumput partai berlambang beringin tersebut
Kemeriahan Simpatisan dan Kehadiran Tokoh Masyarakat
Suasana Musda XI kali ini diwarnai dengan antusiasme tinggi dari para kader. Sebanyak kurang lebih 500 simpatisan tampak memadati area Gedung Golkar untuk mengawal jalannya suksesi kepemimpinan. Momen pendaftaran hingga penetapan pun berlangsung ikonik, di mana Mas Wiwid hadir mengendarai Jeep Rubicon kuning dari kediamannya di Kalierang, Selomerto.

Acara ini juga menjadi ajang silaturahmi lintas sektoral dengan hadirnya sejumlah tokoh penting. Tampak di barisan undangan perwakilan dari tokoh masyarakat, pengurus PBNU, Muhammadiyah, hingga jajaran kiai kharismatik di Wonosobo. Menariknya, jalannya Musda ini juga mendapatkan pengawalan dan dukungan sukarela dari Tim Hukum yang dipimpin oleh Advokat Mugiyatno, S.H. (Mas Panji), serta kehadiran Kepala Wilayah Jawa Tengah Badan Pusat Reklasseering RI, Novri Raimon, S.TP., S.H. atau yang akrab disapa Bung Raymond. Kehadiran tokoh hukum dan lintas organisasi ini mempertegas posisi Golkar yang inklusif dan memiliki legitimasi hukum yang kuat.

Bung Raymond: Soliditas Massa Adalah Kunci Harmonisasi Wonosobo
Dalam kesempatan tersebut, Bung Raymond yang hadir sebagai representasi Otoritas Khusus Pelaksana Fungsi Yustisial Reklasseering menyampaikan pandangannya terkait hasil Musda:
“Keberlanjutan kepemimpinan Bapak Triana Widodo adalah faktor kunci dalam menjaga stabilitas politik di wilayah ini. Menyaksikan langsung antusiasme ratusan pendukung yang begitu tertib dan solid hingga ke luar gedung, kami dari Badan Pusat Reklasseering RI menitikberatkan agar energi persatuan ini terus dijaga. Tidak boleh ada manuver yang memicu perpecahan; semua pihak harus menghormati hasil ini sebagai cerminan aspirasi yang nyata. Kami berharap besar akan pentingnya menjaga integritas hasil Musda ini demi menjamin tatanan sosial dan politik Wonosobo tetap harmonis sesuai koridor hukum yang berlaku,” ungkapnya.

Target Mutlak: Satu Kursi Tiap Dapil
Menatap Pemilu Legislatif 2029, Triana Widodo langsung menetapkan sasaran politik yang ambisius. Ia berkomitmen untuk merangkul kembali seluruh elemen internal guna memperkuat mesin partai hingga ke akar rumput.
“Fokus kami adalah peningkatan perolehan kursi secara signifikan. Target minimal kami tidak bisa ditawar lagi: setiap daerah pemilihan (Dapil) di Wonosobo wajib memiliki satu keterwakilan kursi dari Golkar. Seluruh komponen partai akan bergerak serentak untuk konsolidasi ini,” tegas Triana Widodo.
Misi Menuju Senayan
Manuver politik Mas Wiwid tidak berhenti di tingkat daerah. Dalam pernyataannya, ia menyatakan kesiapannya untuk mendobrak kebuntuan representasi kader daerah di tingkat nasional. Triana mengisyaratkan bakal bertarung memperebutkan kursi DPR RI melalui Daerah Pemilihan (Dapil) 6 Jawa Tengah pada kontestasi mendatang. Langkah ini diambil guna memastikan aspirasi masyarakat Wonosobo memiliki pengaruh yang lebih kuat di pusat.

Sinergi Pemerintah Daerah
Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, yang hadir membuka secara resmi gelaran Musda XI, mengapresiasi kondusivitas suksesi tersebut. Ia menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara partai politik dan pemerintah daerah.
“Kami mengapresiasi komunikasi harmonis yang telah terbangun selama ini. Peran kader Golkar di legislatif sangat menunjang akselerasi pembangunan. Kami berharap kepemimpinan yang baru ini terus berkontribusi nyata bagi kesejahteraan warga Wonosobo,” ujar Afif.
Triana Widodo pun menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa Golkar akan tetap menjadi mitra strategis pemerintah yang aktif mengawal pembangunan daerah menuju 2029.
Laporan: Tim Redaksi Sentinel Justicia