Mata Merem Tapi Otak Traveling? Bekam Titik Sunnah Ini Dapat Membantu Tidur Lebih Nyenyak

Wonosobo, SENTINEL JUSTICIA — Tidur merupakan salah satu nikmat terbesar yang Allah SWT berikan kepada manusia. Melalui tidur yang cukup, tubuh memperoleh kesempatan untuk beristirahat, memulihkan tenaga, dan mempersiapkan diri menjalani aktivitas keesokan harinya. Namun, tidak sedikit orang yang mengalami kesulitan tidur. Mata telah terpejam, tetapi pikiran justru melayang ke mana-mana, memikirkan pekerjaan, keluarga, rezeki, hingga berbagai persoalan hidup.

Dalam Islam, menjaga kesehatan adalah bagian dari ikhtiar seorang hamba. Rasulullah SAW mengajarkan berbagai bentuk pengobatan, salah satunya adalah bekam (hijamah), yang hingga kini masih dipraktikkan oleh umat Islam di berbagai belahan dunia.

Bekam, Pengobatan yang Dianjurkan Rasulullah SAW

Bekam bukan sekadar terapi tradisional, tetapi juga termasuk pengobatan yang dikenal dalam sunnah Nabi Muhammad SAW.

Rasulullah SAW bersabda:

“Sebaik-baik pengobatan yang kalian lakukan adalah berbekam.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis tersebut menjadi salah satu landasan mengapa bekam tetap dipraktikkan oleh banyak kaum muslimin sebagai bentuk ikhtiar menjaga kesehatan. Meski demikian, para ulama maupun tenaga kesehatan mengingatkan bahwa setiap penyakit memiliki kondisi yang berbeda sehingga pengobatan tetap perlu disesuaikan dengan diagnosis dan anjuran tenaga medis.

Mengapa Sulit Tidur?

Sulit tidur atau insomnia dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti stres, kecemasan, kelelahan, pola tidur yang tidak teratur, maupun gangguan kesehatan tertentu.

Dalam pandangan medis, ketika seseorang mengalami stres berkepanjangan, sistem saraf berada dalam kondisi siaga sehingga tubuh sulit memasuki fase istirahat. Otot leher dan bahu menjadi tegang, detak jantung meningkat, dan pikiran terus aktif meskipun tubuh sebenarnya telah lelah.

Bagi seorang muslim, selain menjaga kesehatan fisik, ketenangan hati juga memiliki peranan penting. Dzikir, membaca Al-Qur’an, memperbanyak istighfar, serta berdoa sebelum tidur merupakan amalan yang dapat membantu menghadirkan ketenteraman jiwa.

Bagaimana Bekam Dapat Membantu?

Bekam bekerja dengan memberikan tekanan negatif pada permukaan kulit menggunakan kop khusus. Dalam praktik bekam basah, dilakukan sayatan ringan sesuai prosedur kebersihan dan keamanan.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bekam dapat membantu:

  • meningkatkan sirkulasi darah pada area yang diterapi;
  • mengurangi ketegangan otot;
  • memberikan efek relaksasi;
  • membantu mengurangi rasa nyeri pada sebagian orang.

Efek relaksasi inilah yang oleh sebagian pasien dirasakan membantu mereka memperoleh tidur yang lebih nyaman. Namun, manfaat tersebut dapat berbeda pada setiap individu dan masih terus diteliti dalam berbagai penelitian ilmiah.

Titik Sunnah yang Sering Digunakan untuk Gangguan Tidur

Praktisi bekam umumnya memilih beberapa titik sunnah ketika pasien mengeluhkan sulit tidur akibat stres atau ketegangan.

1. Al-Kahil

Terletak di bagian punggung atas, sekitar tulang leher ketujuh.

Titik ini dikenal sebagai salah satu titik utama bekam sunnah yang sering digunakan untuk membantu mengurangi ketegangan pada leher dan bahu.

2. Al-Akhda’ain

Berada di sisi kanan dan kiri belakang leher, tepat di bawah garis rambut.

Titik ini banyak digunakan untuk membantu mengurangi rasa berat di kepala, migrain, maupun ketegangan pada leher.

3. Ummu Mughits

Berada di bagian puncak kepala.

Titik ini digunakan sesuai kondisi pasien dan pertimbangan praktisi yang berkompeten.

Bekam Adalah Ikhtiar, Kesembuhan Datang dari Allah

Dalam ajaran Islam, setiap bentuk pengobatan merupakan ikhtiar. Adapun kesembuhan tetap berasal dari Allah SWT.

Sebagaimana firman Allah SWT:

“Dan apabila aku sakit, Dialah (Allah) yang menyembuhkan aku.”

(QS. Asy-Syu’ara: 80)

Karena itu, seorang muslim dianjurkan untuk memadukan usaha lahiriah berupa pengobatan dengan usaha batin berupa doa, tawakal, memperbaiki pola hidup, serta menjaga ibadah.

Tetap Terapkan Pola Hidup Sehat

Selain menjalani terapi bekam, kualitas tidur juga dipengaruhi oleh kebiasaan sehari-hari. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • tidur dan bangun pada jam yang sama setiap hari;
  • mengurangi konsumsi kopi atau teh pada malam hari;
  • membatasi penggunaan gawai sebelum tidur;
  • memperbanyak dzikir dan doa menjelang tidur;
  • menjaga wudhu sebelum tidur sebagaimana dianjurkan dalam sunnah;
  • menghindari stres berlebihan dengan memperbanyak tawakal kepada Allah SWT.

Apabila gangguan tidur berlangsung lama, disertai keluhan lain seperti sesak napas, nyeri dada, atau mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Penutup

Bekam merupakan salah satu bentuk ikhtiar kesehatan yang telah dikenal sejak masa Rasulullah SAW dan masih dipraktikkan hingga saat ini. Sebagian orang merasakan tubuh menjadi lebih rileks setelah menjalani terapi sehingga kualitas tidurnya membaik. Meski demikian, bekam bukanlah pengganti pemeriksaan maupun pengobatan medis, melainkan dapat dipertimbangkan sebagai terapi komplementer sesuai kondisi masing-masing.

Penulis: Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *