Stop Musuhan! Dendam Ternyata Jadi Penghambat Ampunan di Malam Nisfu Sya’ban

​​WONOSOBO, SENTINEL JUSTICIA – Mimbar Jumat Masjid Mujahidin Polres Wonosobo kali ini membawa pesan refleksi yang mendalam bagi para jamaah. Ustaz Taufiqur Rohman, dalam khutbahnya, mengingatkan bahwa ada satu penghalang besar yang bisa membuat seseorang “terdepak” dari daftar penerima ampunan Allah di malam Nisfu Sya’ban, yakni dendam dan permusuhan antar sesama.


​Beliau memaparkan bahwa malam Nisfu Sya’ban, atau yang dikenal sebagai Lailatul Bara’ah, merupakan momen ketika kesucian dan keberkahan dikucurkan secara melimpah kepada umat manusia. Tidak hanya soal keberkahan, malam ini juga disebut sebagai Lailatul Ghufran, di mana Allah SWT membuka lebar-lebar pintu ampunan bagi hamba-Nya yang bersedia bertaubat dan mengakui kesalahan.


​Namun, ada sebuah peringatan keras yang disampaikan Ustaz Taufiqur Rohman dengan mengutip hadis riwayat Imam Ath-Thabrani. Beliau menegaskan bahwa meskipun Allah melihat dan memberikan ampunan kepada seluruh makhluk-Nya di malam penuh kemuliaan tersebut, ampunan itu akan tertahan bagi dua golongan: orang yang menyekutukan Allah (syirik) dan mereka yang masih memelihara permusuhan atau dendam di dalam hatinya.


​Hal ini pun diamini oleh salah satu jamaah yang hadir, Abdul Rahman. Menurutnya, pesan khutbah kali ini sangat menampar kondisi sosial masyarakat saat ini.
​”Banyak orang saat ini bermusuhan gara-gara hal sepele, entah itu di media sosial atau perbedaan pandangan kecil saja. Khutbah ini bagi kita sebagai alarm atau pengingat keras; jangan sampai gara-gara ego dan dendam yang remeh, kita justru kehilangan kesempatan emas untuk diampuni Allah di malam yang mulia nanti,” ujar Abdul Rahman saat ditemui usai salat Jumat.


​Selain urusan ampunan, jamaah juga diajak untuk memanfaatkan status malam tersebut sebagai Lailatul Ijabah, atau waktu dikabulkannya segala doa dan permintaan melalui amalan salat sunah, zikir, serta membaca surat Yasin.


​Mengakhiri khutbahnya di Masjid Mujahidin, Ustaz Taufiqur Rohman mendoakan agar seluruh jamaah senantiasa diberikan hidayah untuk membersihkan hati dari rasa benci. Beliau menekankan bahwa meraih keridaan Allah adalah tujuan utama, karena dengan rida-Nya lah, hidup manusia akan selalu dipenuhi dengan kasih sayang dan pengampunan.

Redaksi: Novri Raimon, S.TP., S.H

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *