
Seorang sahabat berkata, “Ya Rasulullah, nasehatilah aku mengenai Islam, agar setelah bertanya padamu, aku tidak perlu bertanya lagi kepada siapapun.” Nabi saw. menjawab, “Berimanlah kepada Allah, lalu beristiqomahlah atasnya.” Sahabat bertanya lagi, “Dari apakah harus kuselamatkan diriku?” Nabi saw. menjawab, “Dari lidahmu sendiri, duduklah di rumahmu (jangan keluar ke sana ke mari tanpa tujuan yang baik). Selalulah menangis atas dosa-dosamu.”Dalam sebuah hadits, diriwayatkan sabda Nabi saw., “Barangsiapa menjaga dua perkara, kujamin surga baginya. Satu adalah lidah dan yang kedua; kemaluan.”Sebuah hadits menyebutkan bahwa Nabi saw. ditanya, “Apakah yang terpenting yang akan membawa ke surga?” Nabi saw. menjawab, “Takut kepada Allah dan adat istiadat yang baik.” Ia bertanya lagi, “Apakah yang paling utama yang akan menghujamkan seseorang ke Jahanam?” Jawab Nabi saw., “Mulut dan kemaluan.”Nabi saw. menasehati agar lebih baik diam. Nabi saw. bersabda, “Siapa yang diam, selamat.” Abdullah bin Mas’ud ra. bersa’i, antara Shafa dan Marwa sambil berkata kepada dirinya sendiri, “Hai lidah! berbicaralah yang baik, dengan itu kamu akan mendapat manfaat, berdiamlah dari keburukan, dengannya kamu akan terselamat dari malu.” Seseorang bertanya, “Apakah yang engkau ucapkan ini dari diri engkau sendiri atau engkau telah mendengarnya dari Nabi saw.?” Ia menjawab, “Aku telah mendengar dari Nabi saw. bahwa kebanyakan dosa manusia adalah karena lidahnya.”